Sabtu, 07 Mei 2011

PERADABAN MESOPOTAMIA

MESOPOTAMIA

Setelah mengenal dan mempelajari pusat kebudayaan tertua di Asia, kini kalian akan mempelajari pusat kebudayaan di Mesopotamia. Bab ini akan membawa kalian pada masyarakat di wilayah lembah Sungai Efrat dan dan Tigris
Kota-kota pertama yang muncul di wilayah Bulan Sabit yang subur di lembah Mesopotamia adalah negara-negara kota. Kota-kota ini bersifat swasembada dan swapraja di bagian dalam tembok masing-masing, dan pengaruhnya hanya mencakup sekitar tanah pertanian yang dimiliki dan atau diusahakan oleh orang-orang di negara kota itu sendiri, ditambah dengan desa-desa berdekatan sekecil ataupun yang hidupnya tergantung pada kota tersebut. Seorang raja biasanya hanya memerintah dengan radius sejauh ia dapat memandang dari atas sebuah bukit.
Barulah di Timur Tengah sekitar 8000 SM, orang pertama kali menemukan bahwa mereka dapat mengendalikan atau mengatur tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan yang menjadi sumber makanan mereka. Mereka belajar membuat sawah dan kebun-kebun. Mereka belajar mengumpulkan hewan ternak seperti biri-biri dan sapi. Segera, daerah sekitar sungai Tigris dan Eufrat di lokasi yang kini bernama Suriah dan Irak menjadi apa yang dikenal sekarang sebagai “Bulan sabit yang subur”.
Di tempat inilah, di Mesopotamia (dari kata latin yang berarti: tanah antara sungai-sungai) kuno, sejumlah besar orang tidak lagi menjadi nomadik dan mulai membangun pusat-pusat pemukiman permanen. Inilah yang merupakan kota-kota pertama di dunia. Pada 6000 SM, Bulan sabit yang subur juga menjadi :”Buaian Peradaban”. Di kota-kotanya orang membentuk sistem pemerintahan dan memerintah diri mereka sendiri serta masyarakat yang telah berkembang sebagai hasil dari hidup bersama yang bersifat permanen.
Kata “Mesopotamia” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “antara dua sungai”, yang mana antara sungai eufrat dan Tigris,. Daerah ini meliputi; membentang dari pantai teluk Persia membentang ke arah barat laut, membentang sepanjang sungai Eufrat dan Tigris (perbandingan: meliputi Irak, sebagian kecil dari Iran, Suriah dan Lebanon). Mesopotamia merupakan daerah yang bermedan keras: Mesopotamia kuno seringkali mengalami banjir namun juga kekeringan. Tanahnya juga mudah berubah dari tanah padang gurun ke tanah berlumpur. Meskipun demikian Mesopotamia menjanjikan kepada penduduk yang menempatinya untuk hidup dengan baik, terutama di Mesopotamia selatan, di mana air sungai Eufrat disalurkan ke kanal-kanal, dan dari situlah tercipta daerah pertanian yang sangat subur, dan dari daerah pertanian ini tumbuh daerah-daearah perdagangan yang sangat penting. Para ahli arkeologi berpendapat, bahwa pada zaman Neolithikum (sekitar 7000 SM) telah ada usaha pertanian dan peternakan di daerah sebelah utara Tigris. Pada sekitar 3100 SM bangsa Sumeria menciptakan tulisan untuk pertama kali, yaitu huruf atau tulisan paku. Penduduk yang bermukim di daerah ini juga berubah-ubah dan banyak terjadi pergantian kekuasaan. Semula bermukim di daerah ini bangsa Sumeria di Mesopotamia selatan. Kemudian sekitar 3300 SM datang bangsa Akkadia ke daerah ini dan bermukim bersama-sama dengan bangsa Sumer di Mesopotamia selatan. Lalu sekitar 2000 SM datang bangsa Amori ke daerah ini. Mereka membentuk daerah-daerah kekuasaan baru, yaitu di daerah selatan mereka membangun babilon (Babel) yang terletak di sungai Eufrat, dan di daerah utara mereka membangun Asyur dan Niniwe yang terletak di sungai Tigris, bangsa Babilonia dan bangsa Asyur merupakan bangsa-bangsa yang terkuat di Mesopotamia.
Mesopotamia berkembang pada awal zaman Neolitik anatara tahun 7000-5000 SM. Pada sekitar tahun 3500 SM, wilayah ini telah berkembang menjadi pusat daerah awal. Kedudukannya yang strategis menggalakkan pembentukan banyak kerajaan. Kerajaan terawal ialah kerajaan Sumeria yang bermula pada tahun 3500 SM yang menjadikan orang-orang Sumeria adalah pengasas bagi daerah ini. Orang-orang Sumeria mendiami bagian selatan Lembah sungai Eufrat-Tigris dari Nippur hingga ke Teluk Parsi. Kerajaan ini berakhir dengan Chaldea yang jatuh pada 539 SM. Selepas kejatuhan kerajan Chaldea, Parsi menguasai wilayah Mesopotamia dan membawanya kepada keruntuhan kerajaan Mesopotamia. Daerah Mesopotamia dapat dibagi kepada 7 zaman pemerintahan yang penting yaitu:
• Sumeria : 3500-2340 SM
• Akkadia : 2371-2006 SM
• Ur ke-3 : 2113-2006 SM
• Isin dan Larsa : 2017-1763 SM
• Babylon : 1894-1530 SM
• Kassites : 1530-1100 SM
• Assyria : 1100-626 SM
• Chaldea : 626-539 SM

Organisasi Sosial Mesopotamia
Masyarakat Mesopotamia terbagi kepada 3 kelas. Kelas yang tertinggi dikenali sebagai amelu atau kanun bangsawan. Kelas kedua ialah mushkinu (kelas pertengahan) dan yang di bawah sekali ialah hamba abdi. Kelas atasan terdiri daripada pegawai-pegawai kerajaan, golongan agama (pendeta, paderi atau rahib) dan tentara. Golongan yang paling berkuasa dalam daerah Mesopotamia ialah golongan agama. Kelas pertengahan terdiri dari pedagang-pedagang, guru, juru uang, ahli nujum, ahli sains, petani dan tukang. Kelas yang paling bawah merupakan kelas hamba abdi. Hamba abdi telah ada di Mesopotamia sejak awal tetapi tidak dipandang hina. Golongan hamba ini terdiri dari tawanan perang,budak yang diperjualbelikan. Sekiranya seorang hamba patuh dan setia kepada tuannya, dia boleh dibebaskan. Hamba abdi boleh menikah dengan orang biasa dan apabila ibu bapa mereka meninggal, anaknya akan dibebaskan. Perempuan tidak dianggap sebagai barang jualan tetapi dianggap sebagai individu dan warganegara. Dia mempunyai hak atas uangnya sendiri, harta benda suaminya danayahnya dan boleh menjalankan usahanya dan memiliki hamba abdisendiri. Jika dia mengurus usaha suaminya ketika suaminya wafat maka dia berhak menerima sepertiga dari keuntungan yang diperoleh. Sebaliknya, seorang yang berhutang boleh menyuruh istrinya menjadi hamba kepada orang yang memberi hutang tetapi hanya dalam jangka waktu 3 tahun saja.
Kemunculan Mesopotamia “daerah antara dua sungai” serta perkembangannya hingga mencapai suatu negara agraris yang maju tentu melalui proses penaklukan segala tantangan alam yang mungkin lebih dahsyat daripada apa yang dilakukan oleh bangsa Mesir di lembah Nil. Lembah sungai eufrat dan Tigris pun dulu juga berupa rawa-rawa dan sekaligus merupakan sarang malaria. Kedua sungai itu banjir secara tak menentu dan kadang-kadang cukup berbahaya.
Iklim di lembah itu jauh kurang stabil bila dibandingkan dengan lembah sungai Nil. Baik dari sebelah Utara dan Timur yang bergunung-gunung dari sebelah barat yang berupa gurun pasir meupun barat daya yang bergurun juga membuktikan tidak adanya rintangan alam yang mampu menghambat setiap invasi yang dilakukan untuk merampas kekayaan daerah lembah itu. Di Mesopotamia terjadi suksesi negara jadi bukan hanya dinasti yang silih berganti. Para penyerbu yang masuk ke lembah Eufrat dan Tigris itu akhirnya terserap kedalam kebudayaan yang terus-menerus berkesinambungan selama lebih dari 3000 tahun sebelum lahirnya kristus. Para penyerbu itu, mengganggu kestabilan politik, sedemikian lengkapnya sehingga muncullah berbagai negara yang berbeda-beda satu sama lainnya di lembah itu.
Negara kota yang pertama kali tumbuh di daerah rawa-rawa ini adalah di “tanah sumeria”, yang kini terletak di sekitar 150 mil dari teluk Parsi. Kota-kota bangsa Sumeria misalnya seperti Ur dan Lagash, muncul sekitar 3000 SM Kota-kota ini biasanya dipusatkan di sekitar kuil pemujaan yang secara harfiah biasanya dianggap sebagai “pemilik” kota itu. Di tanah yang datar , kuil itu biasanya merupakan bangunan yang paling menonjol ke atas, ibarat gunung jadi-jadian atau kini disebut “ Ziggurat “ (Sugihardjo Sumobroto, 1989: 34)
Di Mesopotamia, hukum juga dikembangkan hingga taraf tertentu sehingga disini pulalah hukum benar-benar muncul. Hukum ini seperti kecenderungan hukum primitif, tidak lagi mengandung rahasia-rahasia serta kekuatan semi magis dari kelas tertentu kaum laki-laki. Hukum Hamurabi muncul sekitar 1800 SM dengan dipahatkan pada lempengan-lempengan yang bertahan hingga 4000 tahun itu. Hukum ini tentu saja didahului dengan hukum-hukum Sumeria yang lebih awal munculnya.
SUMERIA

Coba perhatikan peta di bawah ini. Pada peta itu tampak dua sungai besar yaitu Tigris dan Eufrat. Sungai itu mengalir di daerah yang sangat gersang. Kedua sungai itu mengalir berdampingan dan sama-sama bermuara di Teluk Persia.

Peta daerah Mesopotamia
(Ensiklopedi nasional Indonesia, Cipta Adi Pustaka 1990)

Lembah Sungai Tigris dan Eufrat sekarang menjadi wilayah negara Irak. Daerah itu dikenal dengan sebutan Mesopotamia, yang artinya tanah di antara dua aliran sungai. Tanahnya sangat subur, tetapi sering dilanda banjir. Kesuburan itu telah menarik perhatian berbagai suku bangsa pengembara di daerah padang pasir. Mereka menghuni gua-gua di bagian timur.
Bangsa Sumeria merupakan bangsa tertua yang mendiami daerah itu. Pusatnya di wilayah muara sungai. Mula-mula mereka hidup berburu, lalu menetap. anjir selalu melanda daerah itu, tetapi akhirnya dapat dikendalikan. Caranya adalah dengan membuat tanggul tanah, terowongan, dan saluran untuk meluruskan aliran sungai. Tanggul terowongan, dan saluran itu berfungsi sebagai saluran pengairan yang menjadi tulang punggung pertanian di Mesopotamia.
Pada tahun 3000 Sm kebudayaan Sumeria mulai tumbuh di negara-negara kota yang berdiri di daerah Sumeria atau Mesopotamia Hilir. Pendukungnya mula-mula bangsa Sumeria, kemudian menyebar kepada bangsa-bangsa tetangga sehingga mendorong dan memperkaya kebudayaan mereka. 3000-1670 SM kebudayaan Sumeria dari Mesopotamia Hilir menyebar ke seluruh daerah Mesopotamia dan kemudian Levant sehingga mengalami perkembangan di Tanah Bulan Sabit yang subur.
Sumeria bermula kira-kira pada tahun 3500 SM. Ia dikenali sebagai daerah bagian Mesopotamia yang berarti “tanah di antara dua sungai”. Negara kota yang utama ialah Ur, Erechdan Kish. Kerajaan negara kota bersifat teokrasi. Setiap negara kota mempunyai seorang raja sebagai ketua agama dan gubernur. Pada tahun 2340 SM, seorang pahlawan Semit yaitu Sargon telah menyatukan beberapa buah negara kota. Pada tahun 2000 SM, orang Amorites telah menyerang Sumeria dan berjaya menawan Babylon. Hammurabi (1792-1750 SM) pemerintah babylon yang terkenal telah menyatukan seluruh Lembah Tigris-Eufrat menjadi satu empayer. Hammurabi masyur dengan kod undang-undangnya yang mengandung 280 penghakiman. Babylon juga telah mencapai kegemilangan di bawah pemerintahan raja Chaldea yaitu Nebuchadezzar (604-561 SM)
Kegiatan ekonomi utama ialah pertanian, perdagangan dan perusahaan. Tanaman utamanya ialah gandum dan barli. Mereka juga menternak lembu dan kambing. Pada peringkat awal, sistem barter diamalkan tetapi apabila lebih maju, perak telah dijadikan uang. Perusahaannya ialah membina kapal, pertukangan kayu, memahat patung dan membuat alat-alat perhiasan. Orang Sumeria menganggap raja sebagai wakil Tuhan di dunia. Mereka mengamalkan polytheisme dan teokrasi yaitu hukum agama sebagai dasar mereka yang penting ialah:
Anu : Tuhan langit
Enlil : Tuhan atmosfera
Enki : Tuhan Air dan Laut
Upacara pemujaan dilakukan di menara kuil atau ziggurat yaitu tempat tinggal Tuhan. Ziggurat pertama telah dibina di kota Nippur untuk tuhan Enlil. Tulisan Sumeria berbentuk cuneiform atau tulisan yang berbentuk paku. Terdapat lebih daripada 560 tanda untuk menggambarkan perkataan. Mereka menulis di atas tanah liat.
Orang Sumeria telah memberi sumbangan yang penting dalam bidang matematik dan pembinaan. Mereka mencipta sistem-sistem nomor yang membina arca dan tiang batu dari tanaha liat. Epik Gilgamesh adalah asas kepada penghasilan epik di dunia. Ciri-ciri epik gilgamesh ialah: Satu koleksi legenda mengenai keperwiraan bangsa, mengandung ajaran agama. Orang Sumeria menggambarkan falsafah dan corak hidup orang Sumeria. Kemahiran seni ukir orang Sumeria dapat dilihat dari patung Raja Gudea.
Orang-orang Sumeria dikatakan berasal dari kawasan pegunungan. Ini ditunjukkan dengan bangunan-bangunan awal di Sumeria didirikan dengan kayu balak dan teks-teks purba yang menyebut tentang dewa orang-orang Sumeria yang tinggal di kawasan pegunungan. Ada juga ahli sejarahwan yang berpendapat bahwa orang-orang Sumeria merupakan campuran pelbagai ras dan daerah itu gabungan unsur luar dan tempatan. Di samping orang Sumeria, terdapat satu lagi bangsa utama yaitu orang semitik. Mereka mendiami bahagian tengah Mesopotamia yang juga dikenali sebagai Akkad dan berasal dari Semenanjung tanah Arab. Mereka telah menumbuhkan kekuasaan pertama di Mesopotamia di bawah pimpinan mereka yang utama yaitu Sargon Agung yang dikenal sebagai penguasa Akkadia. Orang-orang Amorite dan Armaean juga merupakan suku bangsa Semitik yang memainkan peranan dalam sejarah Mesopotamia.
Sejak 3000 SM di daerah Mesopotamia Hilir sudah dikenal dengan nama Sumeria sudah berdiri negara-negara kota (city state). Kesatuan-kesatuan kemasyarakatan itu disebut negara kota karena negara tersebut masing-masing mempunyai pemerintahan dan rakyat, wilayahnya hanya seluas kota.
• Karena sudah hidup di kota-kota, jika dihubungkan dengan pendapat Gordon Childe, masyarakat Sumeria sejak kira-kira 3000 SM sudah mengalami apa yang disebut ‘the Urban Revolition”.
• Kota-kota di Sumeria diperkirakan sudah melakukan hubungan dagang dengan kota-kota di daerah aliran sungai Indus yaitu harappa dan Mohenjo darro.
• Penduduk yang hidup di daerah Sumeria diperkirakan termasuk ras Kaukasoid.
• Negara-negara kota yang penting waktu itu ialah Lagash, Ur, Umma, Uruk, Nippur, larsa, Kish dan eridu.
• Setiap negara kota dipimpin oleh seorang patesi, ia seorang pendeta tertinggi yang merangkap sebagai pimpinan pemerintahan. Pemerintahan demikian disebut theokrasi.
• Persaingan antara negara-negara kota biasa terjadi, suatu negara kota yang ditaklukkan negara kota yang klain, harus mengakui dan menyembah dewa negara kota yang menang.
• Patesi negara kota yang menang, meningkat menjadi raja dengan gelar Lugal.
2900 SM Lugal Eannatum yang terkenal memerintah di kota Lagash.
2700 SM di Lagash memerintah Lugal Urukagina yang terkenal karena upaya-upaya pembaharuan di bidang sosial yang dilakukannya.

Bangsa Sumeria mendirikan sejumlah negara kota. Penduduk makin bertambah sehingga kota itu perlu diperluas. Perluasan kota menimbulkan masalah pengairan dan menyebabkan perang antar kota. Kota-kota terkuat saat itu adalah Kish, Ur, Uruk, Erekh, dan Lagash. Kota-kota itu diberi pagar tembok di sekelilingnya.
Bangsa Sumeria mahir membuat rumah dari anyaman sejenis daun ilalang yang dilapisi lumpur dan dikeringkan di panas matahari. Mereka tidak membuat rumah dari batu karena daerah Mesopotamia tidak berbatu. Selain itu, mereka juga mahir menanam gandum, sayur-sayuran, menenun kain, dan memotong batang pohon untuk dijadikan roda.
Bangsa Sumerialah yang pertama kali membagi satu tahun menjadi 360 hari, satu jam terdiri atas 60 detik, membagi lingkaran mrnjadi 360 derajat, dan menciptakan tulisan. Penemuan tulisan itu sangat penting sebab orang dapat mengirim pesan atau menyimpan pengetahuannya agar dibaca oleh orang lain. Tulisan bangsa Sumeria itu digoreskan di atas tanah liat basah yang lalu dijemur. Bentuk tulisannya menyerupai paku. Oleh karena itu, tulisan itu disebut tulisan paku.
Kemampuan menggambar atau menuliskan lambang-lambang dengan artinya adalah sesuatu yang khas pada umat manusia, dan itu merupakan salah satu perbedaan terpenting antara kita dengan semua makhluk lain di bumi. Manusia telah menggambar dan melukiskan lambang-lambang pada batu-batu sejak 35000 tahun SM, dan ilustrasi-ilustrasi seperti itu adalah suatu bagian penting dari kehidupan manusia selama berabad-abad.
Namun, barulah pada sekitar 3500 tahun SM, sekitar 320 abad kemudian, orang mendapat ide untuk membuat satu kumpulan lambang-lambang sederhana yang dipahami secara luas, yakni huruf-huruf sebagai pengganti dari bunyi-bunyi yang digunakan dalam percakapan dan dapat digabungkan dengan berbagai cara untuk membentuk apa yang kita sebut sebagai kalimat. Sistem seperti ini dinamakan Alfabet fonetis.
Alfabet fonetis pertama adalah alfabet cuneiform yang dikembangkan oleh orang-orang Sumeria purba. Penggunaannya yang luas di seluruh wialyah Mesopotamia mendahului sistem hiroglifiks ciptaan orang Mesir.


Gambar tulisan paku atau cuneiform

Lempeng tanah liat memang berat, tetapi tahan lama. Isinya bermacam-macam, ada surat dagang, kalender pertanian, resep obat, dan peraturan atau hukum. Hukum bangsa Sumeria merupakan hukum tertua di dunia. Dari naskah tanah liat yang ditemukan di Uruk, dapat diketahui bahwa penguasa pertama di Uruk adalah Gilgamesh. Ia menjadi tokoh di dalam kisah kepahlawanan di daerah Mesopotamia. Naskah tanah liat juga ditemukan di kota-kota lain.

Gambar tulisan paku di lempengan tanah liat
(Ancient History, Adams&Confusianisme:1959)

Kota-kota di Sumeria dilengkapi dengan kuil. Kuil tersebut disebut Ziggurat. Bangunan kuil itu terbuat dari batu-batu. Bentuknya seperti piramida dan didirikan di atas bukit buatan.

Gambar Ziggurat

Bentuk bangunan Ziggurat hasil rancangan bangsa Sumeria, di kemudian hari menjadi bentuk dasar seluruh bangunan kuil di Mesopotamia. Di puncak bangunan Ziggurat terdapat ruangan untuk dewa kota. Ruang itu dapat dicapai melalui tangga besar dari lantai dasar. Untuk keperluan membuat patung dewanya, mereka mendatangkan batu dari daerah lain.
Di sebelah Utara bangsa Sumeria bediamlah orang-orang berbahasa Semit, yakni bangsa Akkadia. Mereka tumbuh dan berkembang lalu berperang dengan bangsa Sumeria. Kota besar bangsa Akkadia, Babylon, yang secara harfiah artinya “ Pintu Gerbang Allah “, adalah kota Mesopotamia yang paling terkenal diantara kota-kota kuno lainnya. “Taman Gantung” yang dibangun pada masa selanjutnya , yakni pada abad 7 SM merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Disinilah muncul sistem penghitungan waktu dengan dua desimal, yang hingga kini masih kita gunakan. Demikian pula dengan matematika, astronomi (dan astrologi, yang masih tetap bertahan, walaupun takn banyak orang yang menganutnya pada pertengahan abad 20 ini, mitos-mitos penciptaan, cerita-cerita tentang dewa yang mati dan hidup kembali, epos-epos, peraturan-peraturan perundang-undangan dan masih banyak yang lainnya. Kekaisaran Assyria benar-benar merupakan negara militer yang ekspansionis (Sugihardjo Sumobroto, 1989: 35)
Tahun 2300 SM, kota-kota Sumeria ditaklukkan oleh bangsa Semit yang tinggal di daerah utaranya. Bangsa Semit satu asal dengan nenek moyang bangsa Yahudi dan Arab. Bangsa Yahudi dan Arab mungkin dekat hubungannya dengan bangsa Sumeria. Raja yang menaklukkan Sumeria bernama Sargon Agung. Wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Mesopotamia, sampai ke laut Tengah dan ke tenggara Iran. Untuk pertama kali wilayah seluas itu berada di bawah satu kekuasaan. Ibu kotanya adalah agade (Alkad).

Hasil-hasil kebudayaan Sumeria antara lain:
• Bekas-bekas reruntuhan bangunan istana di Kish berupa tangga, pilar-pilar dinding bata bergambar.
• Beberapa reruntuhan bangunan yang mempunyai lengkungan-lengkungan atap bekas kota Ur, kubah, saluran-saluran air, dan juga bangunan suci yang disebut ziggurat berupa menara dengan tangga berundak-undak untuk mencapai puncak.
• Semuanya ini menunjukkan bahwa masyarakat Sumeria sudah memiliki arsitek dan insinyur yang memiliki keahlian tinggi.
• Pembuatan perhiasan dari emas, perak dan logam campuran.
• Astronomi, astrologi, matematik, pembuatan peta, ilmu bedah diajarkan di sekolah-sekolah yang disediakan bagi siswa-siswa dari keluarga kaya.
• Penemuan hitungan dengan sistem satuan dua belas (duodecimal system) seperti satu lusin, dua lusin dan seterusnya, juga hitungan dengan sistem satuan enam puluh (sexagesimal system) seperti satu jam enam puluh menit, satu menit enam puluh detik.
• Lingkaran yang terdiri dari 360 derajat juga berasal dari kebudayaan Sumeria (Sutjipto Wirjosuparto; 1954:20).
• Perkalian, pembagian dan pecahan.
• Tahun berdasarkan jalannya bulan (lunar calender). Satu tahun terdiri dari 354 hari.
• Huruf paku (cuneiform writing), peninggalan tertua yang memuat huruf paku ditemukan di kota Uruk berasal dari 3000 SM (Philip K Hitti, 1961:29) Sir Henry Rawlinson pada pertengahan abad XIX M, menemukan kunci untuk membaca huruf paku setelah meneliti Behistun Inscription (prasasti Behistin) (Robert G Bone,1959:18). Behistun Inscription dibuat atas perintah Raja kerajaan Persia Lama Darius 1 (521-485 SM) (robert G Bone, 1959:57). Huruf paku yang berasal dari kebudayaan Sumeria, dikutip oleh babylonia, Assyria, hurria (Horit), Hittit, Ugarit (Funisia Ras Al-Shamrah) dan Persia Lama (Phillip K Hitti,1961:30).
• Hasil kesusasteraan, antara lain cerita pahlawan 9epik) gilgamesh. Dalam cerita itu selain Gilgamesh ada tokoh yang namanya Utnapishtim. Ia menceritakan peristiwa yang telah dialaminya tentang banjir besar kepada Gilgamesh. Pengalaman Utnapishtim itu menyerupai cerita nabi Nuh, sehingga ada yang menyebut Utnapishtim sebagai “Sumero-babylonian Noah” atau Nuh Sumeria-Babilonia”. (Philip K Hitti. 1961. The Near East in History, A 5000 Year Story. New Jersey: D. Van Nostrand Company, inc, hal 59).
• Di bidang kepercayaan, dipuja dewa-dewa yang melambangkan kekuatan alam seperti Anu dewa langit, Enlil dewa bumi, Ea dewa air, sin dewa bulan, samas dewa matahari, dewa perempuan Ishtar merupakan dewa percintaan yang melambangkan kesuburan, tammuz dewa musim semi, selain itu kota-kota itu juga memiliki dewa masing-masing..
• Pada zaman berkembangnya kerajaan babilonia Awal, dewa yang dipuja ialah Marduk, yang merupakan dewa bangsa Amoria.
• Di babilonia juga dilakukan pemujaan terhadap benda-benda langit, sehingga astronomi di sana berkembang dan kemudian kepercayaan kuat terhadap astrologi atau ramalan berdasar peredaran bintang-bintang.
• Kebudayaan Sumeria ini lahir di Sumeria, berkembang di babilonia dan mencapai kematangan di assyria,




BABILONIA

Kerajaan babilonia Awal
Pada 2000 SM, suatu bangsa yang pada mulanya di sebelah barat laut daerah aliran sungai Eufrat, yaitu bangsa Amoria (Amorit) mulai masuk di daerah Mesopotamia bagian barat.
• Mereka termasuk rumpun bangsa Semit.
• Mereka itu berangsur-angsur berhasil mengembangkan pengaruh di sana
1944 SM bangsa Amoria berhasil merebut kekuasaan dari Dinasti Ur yang sudah lemah kekuasaannya.
• Kerajaan yang didirikan bangsa Amoria ini dikenal sebagai kerajaam babilonia Awal atau kerajaan Babilonia pertama.
1728-1686 SM kerajan Babilonia Awal ada di bawah pemerintahan raja hammurabi.
• Ia memerintahkan menulis kembali hukum, untuk memperluas kodifikasi hukum yang telah dilakukan pada masa dungi.
• Kodifikasi hukum atas perintah Hammurabi dikenal sebagai Code hammurabi yang selama ini dianggap sebagai kodifikasi hukum tertua dalam sejarah.
• Raja hammurabi diperkirakan hidup sezaman dengan Nabi Ibrahim yang pernah hidup di kota Ur yang terletak di tanah Khaldea.
• Tanah Khaldea merupakan bagian dari daerah Sumeria.

Sesungguhnya Babylonia merupakan pusat kota besar yang pertama dengan suatu kelas yang memerintah yang besar jumlahnya, kelompok pedagang/saudagar serta orang-orang ahli/profesional dalam berbagai bidang, serta pekerja yang kesemuanya itu terserap kedalam kehidupan yang metropolis.Ilmu-ilmu pengetahuan selanjutnya lebih berkembang di Mesopotamia daripada di Mesir, khususnya astronomi dan matematika yang mengembangkan suatu “body of knowledge” (kerangka pengetahuan) yang jelas. Sistem pertanian dan metode-metode irigasi jelas mendorong timbulnya keahlian didalam penelitian dan teknik, tetapi ini tak lebih daripada apa yang sudah berkembang di Mesir (Sugihardjo Sumobroto, 1989: 36-37)
Menjelang tahun 2200 SM, daerah Mesopotamia kembali terpecah belah menjadi satuan-satuan kecil dan saling berperang. Salah satu kota yang menjadi pusat kebudayaan ialah Babilonia (Babil). Menurut para ahli, nama babilonia berasal dari kata Babilu, yang berarti Gerbang Menuju Tuhan. Sekarang Babilonia terletak 97 km di selatan Baghdad, di tepi Sungai Eufrat di Irak Selatan. Kota itu merupakan pusat perdagangan dan keagamaan. Sesudah tahun 2000 SM Babilonia menguasai seluruh Mesopotamia.

Taman gantung Babilonia
(Multimedia Encyclopedia, Mccrosoft Encarta: 1995)

Babilonia berbentuk segi empat dengan Sungai Eufrat mengalir di tengahnya. Kotanya dikelilingi oleh tembok yang dihiasai dengan gambar-gambar binatang buas. Di kota itu dijumpai beberapa kuil yang indah, antara lain Menara Babel. Tidak jauh dari situ terdapat Taman gantung yang terkenal sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.

Gambar reruntuhan Babilonia
(The Anvil of civilation, The New American Library: 1960)

Taman itu dibangun di atas bukit buatan dengan tinggi 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang ditanami dengan pohon, rumput, dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari air sungai yang dialirkan ke puncak bukit, lalu mengalir melalui saluran buatan. Jadilah sebuah tempatsejuk di daerah panas dan kering. Peninggalan Babilonia sekarang hanya berupa reruntuhan saja.
Raja Babilonia yang terkenal bernama Hammurabi. Ia raja ke-6 dari dinasti pertama yang menguasai Babilonia. Selama pemerintahannya, ia memajukan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan mengeluarkan hukum tertulis. Hukum itu dikenal sebagai Undang-Undang Hammurabi. Undang-undang itu terdiri atas 280 pasal. Isinya antara lain mengatur soal pencurian dan tukang tadahnya, korupsi, pembunuhan, penculikan, penipuan, perpajakan, pencemaran nama baik, dan kehidupan keluarga. Undang-undang Hammurabi bertujuan menegakkan keadilan, melindungi rakyat dari penindasan, dan memberantas kejahatan. Oleh karena itu, meskipun undang-undangnya sangat keras, Hammurabi dianggap sebagai pelindung rakyat.

Gambar raja Hammurabi dan Undang-Undangnya
(Ancient History, Adams & Co: 1959)
Seiring dengan pembentukan masyarakat oleh manusia, muncukkah sebuah kebutuhan atas peraturan-peraturan untuk mengatur perilaku masing-masing individu demi kepentingan kelompok. Pada kebudayaan-kebudayaan terdahulu, hanya ada sedikit peraturan dan itupun sekedar untuk menangani perilaku tak terpuji yang kasat mata, seperti pelanggaran terhadap hak-hak milik pribadi dan semacamnya. Bersama dengan terbentuknya negara kota Mesopotamia dan kerajaan mesir yang besar, maka peraturanpun menjadi lebih kompleks, namun ini biasanya diterapkan oleh kerajaan untuk menertibkan kehidupan masyarakat demi keuntungan kerajaan dan lingkungan. Pada masa pemerintahan. Hammurabi (1792-1750 SM), kitab hukum yang pertama diterbitkan. Sebagai raja yang dikenal baik dan dihormati, hammurabi dikenang atas jasanya menciptakan “ketertiban dan kebenaran” di negaranya. Ditemukan di bawah reruntuhan babylonia kuno pada tahun 1901 oleh para arkeolog Perancis, Kitab UU Hammurabi dipahat pada sebuah batu raksasa. Di dalam kitab UU itu terdapat 282 hukum, dengan indikasi bahwa 35 hukum lagi telah rusak dan hilang.
Kitab UU itu mengklasifikasikan kejahatan tertentu dan mengatur hukuman tertentu pula. Sebagai contoh, seorang yang laali memperbaiki pematangnya, akan dipaksa untuk memberi ganti rugi terhadap tetangga yang tanahnya terkena banjir, seorang biarawati dapat dibakar hidup-hidup bila memasuki sebuah kedai minum tanpa ijin, seorang janda dapat mewarisi bagian dari harta suaminya sama banyaknya dengan yang diwarisi oleh putra mereka dan seorang dokter bedah yang pasiennya meninggal ketika tengah dioperasi akan dipotong tangannya. Kitab UU ini juga mengatur bahwa seorang penghutang dapat melunasi hutangnya dengan cara “meminjamkan” istri atau anaknya kepada si pemberi hutang selama 3 tahun.
Kitab UU Hammurabi adalah sebuah tonggak bersejarah bagi dunia karena untuk pertamakalinya, UU dipublikasikan dan dibukukan agar dapat dilihat semua orang, dan bukannya diterapkan hanya oleh kerajaan. Maka, berdasarkan hal tersebut di atas, kitab UU hammurabi merupakan pelopor dari sistem hukum yang berfungsi di hampir semua masyarakat modern saat ini.
Pada masa pemerintahan penggantinya, kerajaan Babilonia mengalami kemunduran. Tahun 1726 SM dibangun benteng kuat untuk menahan serangan bangsa Kassit dari daerah Iran. Pada tahun 1595 SM Babilonia ditaklukkan oleh bangsa kassit.

ASSYRIA

Gambar peta Assyria

Bangsa Assyria merupakan campuran banyak ras. Para ahli menyebutnya sebagai bangsa Semit karena bahasa yang digunakan adalah bahasa Semit. Mereka menjadi bangsa merdeka pada abad ke-14 SM. Sebelumnya, mereka dijajah Babilonia, lalu dijajah oleh bangsa Mitani.
Raja Ashurubailit 1 merupakan pendiri Kerajaan Assyria. Ia memerintah dari tahun 1365 sampai 1330 SM dan menyebut dirinya Raja Agung. Ia adalah orang pertama yang menyebut Assyria sebagai Tanah Ashur. Wilayah kerajaannya sangat luas.
Kerajaan Assyria terus berperang melawan Babilonia. Setelah Kerajaan Assyria mengalami kemunduran. Kerajaan Babilonia bangkit kembali. Pada abad ke-9-7 SM, Assyria diperintah oleh raja-raja yang kuat, seperti Sargon II, Sennacherib, dan Assurbanipal. Wilayah kekuasaan Assyria meliputi hampir seluruh daerah Timur Tengah, dari Mesir sampai Teluk Persia. Pada masa itu Assyria sudah memiliki pasukan berkuda, pasukan kereta perang, dan pasukan berjalan kaki (infantri).
Raja Sennacherib sangat memperhatikan pertanian dan pengairannya. Ibu kotanya, Niniveh, memperoleh air dari sebuah saluran air berupa jembatan sepanjang 300 meter. Ia memperkenalkan tanaman kapas kepada bangsa Assyria.
Istananya dihias dengan keramik berwarna. Dindingnya dipenuhi ukiran binatang dan manusia. Ada patung lembu bersayap dengan kepala manusia. Patung itu sangat besar. Pada waktu itu seni pahat berkembang pesat.
Pengganti raja Sennacherib adalah raja Assurbanipal. Ia sangat tertarik pada pendidikan. Di Niniveh, ia mengumpulkan 22.000 lempengan tanah liat bertulis untuk disimpan di perpustakaan. Isinya antara lain menyangkut masalah agama, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus, dan sejarah. Semua lempengan tanah liat itu didaftar dengan cermat dan ditaruh di atas rak. Sekarang sebagian besar lempengan tanah liat itu disimpan di Museum London, Inggris.
Setelah kerajaan Assyria jatuh pada akhir abad ke-7 SM, Babilonia kemudian kembali mencapai zaman keemasannya. Raja Nebuchadnezzar II (605-562 SM) menaklukkan seluruh Mesopotamia dan memperluas wilayahnya sampai ke Suriah dan Palestina. Kota Babilonia dibangun kembali. Ia memperbaiki Taman Gantung Babilon, Kuil Marduk dan Zigguratnya. Babilonia kemudian ditaklukkan Cyrus Agung dari Persia tahun 539 SM.
Tahun 331 SM, Alexander Agung (Iskandar Zulkarnaen) menguasai Babilonia. Akan tetapi, ia meninggal ketika memasuki ibu kota Babilonia. Salah seorang panglimanya, Seleukos, diangkat sebagai penguasa Mesopotamia. Pada tahun 200 SM Babilonia dikuasai oleh bangsa Partia dan terakhir dikuasai oleh bangsa Sasania.
Simak kembali!
1. Bangsa Assyria disebut juga bangsa Semit karena mereka menggunakan bahasa Semit.
2. Raja Ashurubailit merupakan pendiri Kerajaan Assyria.
3. Raja Sennacherib sangat memperhatikan pertanian dan pengairan.
4. raja Assurbanipal sangat memperhatikan pendidikan dan ia membuat sebuah perpustakaan besar di Niniveh.

PERSIA

Di Persia muncul satu kekuatan baru. Di bawah Darius I (521-485 SM), kekaisaran ini benar-benar merupakan salah satu kekaisaran besar dalam sejarah barat. Daerah kekuasaan Darius membentang dari Libya ke sungai Indus, dari laut Kaspia hingga samudera Hindia (Sugihardjo Sumobroto, 1989: 36). Nama Persia adalah sebutan bangsa Arab untuk bangsa Iran. Daerahnya berupa dataran tinggi. Sebagian besar penduduknya adalah bangsa Medes. Bangsa Persia datang ke daerah itu dari Asia Tengah sekitar tahun 900 SM. Mereka menaklukkan penduduk setempat. Kemudian, mereka berdiam di daerah Fars yang dikelilingi pegunungan dan gurun. Dengan kondisi demikian, mereka mudah menahan serangan bangsa Assyria.

Peta daerah Persia
(Ancient History, Adams&Co : 1959)

Adanya perebutan kekuasaan di Mesopotamia membuat bangsa Kassit dan Elamit berkembang. Demikian juga bangsa Medes dari dataran tinggi Persia, bergabung dengan Babilonia untuk menghancurkan Niniveh (612 SM). Akan tetapi, Babilonia sendiri jatuh ke tangan Persia di tahun 539 SM. Raja Persia ketika itu adalah Cyrus Agung.
Bangsa Persia dikenal sebagai petani dan pemelihara kuda. Pada mulanya mereka mengalami kesukaran dalam mengolah tanah. Mereka harus membuat terowongan yang panjang untuk mengalirkan air ke daerah pegunungan.
Mulai tahun 836 SM, Persia muncul sebagai kerajaan yang kuat. Salah seorang rajanya yang terkenal adalah cyrus Agung (abad ke-6 SM). Istana kerajaannya dikenal dengan nama Persepolis. Raja Cyrus berhasil menguasai daerah yang luas, mulai dari Mesir di Afrika hingga daerah perbatasan India. Kerajaannya yang mula-mula ditaklukkannya ialah kerajaan Medes, Lybia, dan akhirnya Babilonia. Setelah itu, Cyrus terbunuh dalam peperangan. Kambises, putra Cyrus, meneruskan usaha ayahnya dengan menaklukkan Mesir. Setelah Kambises meninggal terjadi pemberontakan, tetapi dapat dipadamkan oleh Darius. Pada masa pemerintahan Darius (550-486 SM), Persia mengalami masa kejayaannya. Wilayah kerajaannya meliputi seluruh daerah Timur Tengah. Luasnya lebih besar daripada daerah kekuasaan Kerajaan masedonia pada masa pemerintahan Alexander Agung atau pada masa kerajaan Romawi kuno.
Tidak seperti bangsa Assyria, bangsa Persia merupakan penguasa yang baik. Kerajaan mereka dibagi dalam beberapa satrap (gubernur). Tiap satrap menguasai 20 provinsi. Jalan-jalan yang mulus banyak dibangun untuk mempertahankan hubungan antar daerah. Salah satu di antaranya ialah Jalan raja. Jalan itu membentang dari Susa (ibu kota) ke Sardis di Asia Kecil. Jaraknya sekitar 1600 mil. Setiap 40 mil disediakan tempat pemberhentian untuk mengganti kuda. Perintah raja dapat disampaikan dalam waktu seminggu untuk jarak 1600 mil itu.
Di dalam Polytheisme ini, pengertian akan dosa sangat terbatas sekali, karena invasi-invasi yang terus-menerus ke lembah ini yang menyebabkan adanya proses pengadopsian dewa-dewa baru. Persia telah membangun suatu kekaisaran dengan sistem pemerintahan yang pantas dikagumi. Persialah kekaisaran pertama yang berhasil mengatur bangsa-bangsa yang secara etnis berbeda. Agama wahyu yang lebih tinggi dengan nabinya yang bernama Zoroaster, ini sebutan dalam bahasa Yunani, dalam bahasa Persia Zarathustra, hidup pada abad 6 SM yang sedikit banyak mempengaruhi kemunculan agama kristen (Sugihardjo Sumobroto, 1989: 37)
Bangsa Persia juga membangun tambang perak. Kanal yang pernah digunakan oleh kapal Hatshepsut untuk berlayar dari Laut Tengah ke Laut Merah diperbaiki. Mereka juga membangun kuil-kuil besar seperti bangunan Babilonia dan Assyria. Bangsa Persia mengenal alfabet yang terdiri atas 39 huruf. Mereka juga menaruh minat dalam bidang astronomi dan mempelajarinya dari bangsa Babilonia. Bangsa Persia mengikuti ajaran Zoroaster, yang hidup sekitar 600 SM. Ajaran itu ada hubungannya dengan ajaran Hindu. Menurut ajaran zoroaster, hidup adalah peperangan antara kebaikan dan kejahatan. Mereka mengenal dua dewa, yaitu Dewa Perusak (Ahriman) dan Dewa Kebijaksanaan (Ahuramazda). Seorang pemeluk ajaran Zoroaster akan menemui kehidupan yang baik kalau membantu Ahuramazda melawan Ahriman..
Raja-raja Persia yang terkenal adalah penganut ajaran zoroaster. Bahkan, Darius, dalam salah satu prasastinya, mengatakan, “Atas kehendak Ahuramazda yang memilih aku dan menjadikan aku raja seluruh dunia”. Raja Persia yang lain, yaitu Ataxerxes 1, mengeluarkan kalender baru dengan nama-nama dewa zoroaster sebagai nama-nama bulannya. Beberapa dari ajaran zoroaster dipakai oleh bangsa Romawi dalam pemujaan dewa Mithras. Bangsa Persia akhirnya ditaklukkan oleh Kerajaan Islam pada abad ke-7.

Pada bidang kebudayaan, Persia terkenal dengan seni pahatnya. Seni pahat Persia nampak oriental, yakni kaku dan kasar, dan memang betul-betul berhutang banyak pada seni bangsa Assyria. Namun etika dan agama bangsa Perisa telah jauh dari politheisme asli bangsa-bangsa Arya yang masih mengakui dewi langit sebagai dewanya dewa-dewa yang suka bertengkar. Di samping itu, agama bangsa Persia juga jauh di luar penyembahan terhadap kesuburan yang sudah begitu mendarah daging pada bangsa Mesopotamia (Sugihardjo Sumobroto, 1989: 37)


Rangkuman

Kemunculan Mesopotamia “daerah antara dua sungai” yaitu lembah sungai Eufrat dan Tigris, dulu berupa rawa-rawa sekaligus sarang malaria dan daerah ini relatif terbelakang. Kemudian iklim di lembah itu kurang stabil. Invasi-invasi dari daerah di sekelilingnya sangat mudah terjadi, baik di sebelah utara dan timur yang bergunung-gunung dari sebelah barat yang berupa gurun pasir maupun barat daya yang bergurun juga membuktikan tidak adanya rintangan alam yang mampu menghambat setiap invasi yang dilakukan untuk merampas kekayaan daerah lembah itu. Kondisi yang seperti itu memungkinkan terjadi suksesi negara, bukan hanya dinasti yang silih berganti, ditambah para penyerbu yang masuk ke lembah Eufrat dan tigris itu akhirnya terserap ke dalam kebudayaan yang terus menerus berkesinambungan selama lebih dari 3000 tahun.
Negara yang paling awal di daerah ini yaitu negara-negara kota yang masing-masing boleh jadi secara independen bertanggung jawab atas pengairan dan pemeliharaannya, yang jika tanpa adanya irigasi I I lembah-lembah itu tak mempunyai potensi apapun. Negara kota yang pertama kali tumbuh di daerah rawa-rawa ini adalah “Tanah Sumeria” yang kini terletak di sekitar 150 mil dari Teluk parsi. Kota besar Akkadia, babylon, yang secara harfiah artinya “Pintu Gerbang Allah” adalah kota Mesopotamia yang paling terkenal di antara kota-kota kuno lainnya. “Taman Gantung” yang dibangun pada abad 7 SM, merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Kemudian muncul sistem perhitungan waktu dengan dua desimal dan matematika, astronomi, (astrolog) serta mitos-mitos penciptaan, cerita-cerita tentang dewa-dewa yang mati dan hidup kembali, epos-epos, peraturan-peraturan, perundingan-perundingan dan sebagainya.
Selain keahlian dalam bidang pertanian dan keahlian administratif dan politik. Maka pada basis pertanian inilah berkembang budaya kota besar dalam sejarah. Pengertian kota di sini dimaksudkan sebagai pusat orientasi materialistik pada kekayaan, daripada sebagai pusat orientasi metropolistik. Sebenarnya, Babylonia merupakan pusat kota besar yang pertama dengan suatu kelas yang memerintah yang besar jumlahnya, kelompok pedagang atau saudagar serta orang-orang ahli atau prpfesional dalam berbagai bidang, serta pekerja yang terserap dalam kehidupan yang metropolis. Kemudian ilmu-ilmu pengetahuan yang berkembang di Mesopotamia misalnya astronomi dan matematika yang mengembangkan suatu kerangka pengetahuan. Di Mesopotamia, hukum juga dikembangkan seperti hukum hammurabi yang muncul sekitar 1800 SM dengan dipahatkan pada lempengan-lempengan yang bertahan hingga 4000 tahun munculnya. Dalam banyak hal, hukum ini masih merupakan hukum primitif yang juga mengecam kejahatan dengan kutukan dan dendam. Hukum hammurabi didasarkan atas suatu masyarakat di mana individu tertentu dianggap tidak mempunyai hak sama sekali atau tanpa mempunyai kepribadian di mata hukum, kaum budak juga mendapat perlindungan hukum. Mereka memiliki status, di bawah kondisi tertentu mereka mendapat perlakuan yang sama.
Dalam bidang agama di Mesopotamia telah mempunyai banyak dewa yang masing-masing melambangkan peperangan, urusan sehari-hari dan ada satu dewa yang bertindak selaku pengatur keluarga dewa-dewa yang disebut Marduk. Dalam polytheisme ini, pengertian akan dosa sangat terbatas sekali, karena invasi-invasi yang terus menerus ke lembah ini yang menyebabkan adanya proses pengadopsian dewa-dewa baru.
Di Mesopotamia kuno, kebudayaan yang perkembangannya paling menonjol adalah kebudayaan Assyria, kebudayaan kuno yang biasanya kita anggap “militeristik” dan berkonotasi negatif. Bangsa Assyria tepat disebut sebagai bangsa militeris pertama, dalam arti warganya terutama kaum prianya, hidup dalam suatu peperangan yang terorganisir. Mereka adalah bangsa pertama yang mendiami suatu wilayah yang telah beradab dan memiliki suatu “gaya” yang khas. Mereka lebih menonjolkan kejantanan yang berlebih-lebihan karena mereka adalah orang kuat yang senantiasa beranggapan bahwa kekuatan militer selalu diperlukan oleh orang yang ingin meraih suatu keberhasilan di dunia ini.

PERADABAN YUNANI-ROMAWI

PUSAT-PUSAT KEBUDAYAAN DI EROPA

Di Eropa terdapat dua kebudayaan besar yang membawa perubahan besar bagi perkembangan Eropa. Kebudayaan itu berpusat di Yunani dan Romawi yang diperkirakan telah ada sekitar 2000 SM.

A. Yunani
Sekitar tahun 2000 SM, di Pulau Kreta telah berkembang suatu kebudayaan yang tinggi. Pusat kebudayaan itu berada di Kota Knossus, Phaistos, dan Mailin.

Peradaban Pulau Kreta
Pulau Kreta berada di antara Laut Tengah dan Semenanjung Yunani. Berita-berita tentang peradaban pulau ini ditemui dalam syair-syair Homerus yang dimuat dalam bukunya yang bernama Illias. Ia mengatakan bahwa Pulau Kreta didiami oleh beribu-ribu penduduk dan di sana ada 90 kota. Berita yang kedua diperoleh dari Aristoteles yang mengatakan bahwa Raja yang menguasai Pulau Kreta dan seluruh Kepulauan Egia yaitu Minos. Isi yang terdapat dalam kedua sumber itu hanya cerita-cerita tanpa disertai dengan bukti-bukti yang mendukung, sehingga sampai akhir abad ke-19, ahli-ahli sejarah memasukan sejarah Pulau Kreta ke dalam Sejarah Mitologi. Namun pada akhir abad ke-19, dalam sebuah penggalian di Pulau Kreta ditemukan benda-benda purbakala. Kejadian itu telah menarik ahli purbakala Jerman, Heinrich Schlieman yang menjadi sangat yakin bahwa pahlawan-pahlawan Troya dan Mycena yang disebut dalam syair Homerus benar-benar pernah hidup. Jadi itu bukan hanya cerita tapi peristiwa yang benar-benar terjadi di Yunani.
Rupanya di Pulau Kreta terdapat seorang raja yang bernama Minos yang mempunyai kekuasaan besar dan mempunyai armada yang kuat. Pembagian jaman di Pulau Kreta selanjutnya didasarkan atas masa pemerintahan Minos, yaitu masa antara 2700-2000 SM disebut jaman praminois ( Minois tua/ awal ) dan antara 2000-1700 SM disebut masa sesudah minois (minois muda/minois akhir). Raja-raja yang berkuasa di sini kekuasaannya sangat besar. Hal tersebut dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan yang ditemukan.
Tahun 1895 seorang ahli purbakala Inggris, DR. Arthur Evans mengadakan penggalian di Pulau Kreta, di tanah yang dulu akan digali oleh Schlieman. Hasilnya sangat memuaskan. Ia menemukan bekas istana Raja Minos. Selanjutnya Ia mengadakan pembagian jaman atas hasil-hasil penggaliannya, bahwa periode antara 2000-1700 SM disebut masa istana-istana tua dan antara 1700-1200 SM disebut masa istana-istana baru.
Periode 2000-1700 SM, pusat pemerintahan Minos di Crossus. Berdasarkan hasil penggalian yang terdapat gudang besar dan bak-bak yang besar, para ahli menyimpulkan bahwa Raja yang berkuasa pada masa itu telah mengadakan pemungutan pajak dalam bentuk hasil-hasil bumi. Gudang dan bak-bak besar tadi diperkirakan untuk menyimpan gandum, minyak, dan anggur yang disetor oleh rakyat. Istana Minos juga mempunyai ruangan yang menyesatkan, yang disebut labyrinth. Labyrinth itu penuh dengan kamar-kamar, jalan rambat, dan pelataran. Setelah dilakukan penelusuran, Labyrinth itu demikian besar dan indah sehingga seringkali kali disebut cerita naluri.
Pusat peradaban Kreta selanjutnya pindah ke istana Agamemnon, istana raja negeri Mycene, yang letaknya di semenanjung Hellas. Mycene berperang dengan Troya. Diperkirakan perang itu disebabkan oleh orang Troya yang sering merampas dan memungut pajak terlalu banyak dari kapal-kapal Yunani yang mengambil gandum dari pantai-pantai Laut Hitam. Akan tetapi, menurut cerita naluri orang Yunani, perang itu disebabkan oleh karena seorang putera Troya telah melarikan Helena, permaisuri Menelaus raja Sparta (Nasution, : 70-71).
Sistem kepercayaan masyarakat Minos adalah politheisme. Masyarakat percaya, bahwa raja adalah keturunan dewa. Dewa-dewa disembah sebagai sumber kebahagiaan, bukan pencipta malapetaka Masyarakat juga percaya pada tenaga-tenaga gaib, jimat-jimat, dan benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan, disamping percaya pada dewa-dewa. Mereka juga percaya akan kehidupan setelah mati sehingga mayat yang telah dikuburkan dalam peti disertai dengan benda-benda yang disenangi pada waktu hidupnya. Alasan lainnya supaya arwah yang dimakamkan tadi betah dalam kuburnya.
Letak Pulau Kreta ada di persimpangan jalan antara Mesir ( Barat ) dan Phunisia (Timur). Tidak mengherankan jika pulau itu menjadi tempat perdagangan yang strategis dan ramai dikunjungi. Kota-kota di Pulau Kreta banyak berhubungan dagang dengan Mesir. Kota-kota di sini dibangun seperti gedung-gedung yang dibuat dari batu, jalannya lurus dan rata. Toko-toko yang menampung hasil kerajinan tangan ditemukan juga di sini. Namun pada tahun 1700 SM perdagangan di kota ini mengalami kemunduran. Kemunduran itu diperkirakan oleh dua kemungkinan, yaitu revolusi atau pemberontakan dan penyerbuan bangsa asing.
Setelah terjadi pemberontakan dan penyerbuan, istana Crossus mengalami kehancuran. Perkembangan berikutnya, istana-istana tua yang hancur tadi dibangun kembali dan masuklah pada jaman istana baru. Istana Crossus timbul lagi dan mencapai tingkat yang tinggi. Tahun 1580 SM terjadi lagi malapetaka. Diperkirakan hancur oleh kekuatan gempa yang disertai banjir telah menyapu istana-istana baru. Pendapat yang lain mengatakan hal itu mungkin disebabkan oleh serbuan bangsa asing yang datang dari Mycena. Bangsa Mycena inilah yang menghancurkan istana di Pulau Kreta. Sejak itu kedudukan Crossus terus menurun. Diperkirakan sampai 1200 SM Crossus lenyap untuk selama-lamanya.

Yunani Purbakala
Penduduk pertama dari daerah Balkan (Yunani) tidak diketahui dengan pasti. Namun diperkirakan penduduk daerah ini berasal dari Asia kecil. Kemudian datang bangsa-bangsa dari daerah padang rumput Hongaria/Rusia Selatan dan Asia Tengah. Mereka hidup dari peternakan sapi, biri-biri, dan kuda. Dari padang-padang rumput itu banyak bangsa-bangsa yang mengembara seperti bangsa Yunani yang sebenarnya masuk dalam satu kelompok bangsa Indo Jerman.
Sejarah Yunani kuno dibagi dalam empat periode, yaitu:
1. Masa sampai 800 SM disebut jaman pembentukan negara-negara kota. Masa ini merupakan masa konsolidasi
2. 800-600 SM disebut abad kolonisasi yang merupakan masa ekspansi keluar negeri.
3. 600-400 SM merupakan jaman kejayaan atau jaman keemasan
4. Sesudah 400 SM merupakan jaman kemunduran

Pertengahan ke-2 abad ke-4 SM, polis Yunani dibawah Iskandar Zulkarnaen dari Macedonia dua abad kemudian daerah ini jatuh ketangan Romawi, bangsa Yunani atau disebut juga Hellen yang menyerbu ke semenanjung balkan pada garis besarnya datang dalam 3 gelombang. Hellen adalah nama nenek moyang bangsa Yunani yaitu seorang raja yang memerintah didaerah Thesalia, anaknya yang bernama Theolus → Aeolia, Darius →Daria, Acheus → Achea, Yor →Lonea.
Karena itu bangsa Hellen kumpulan suku bangsa Aeolia, Daria, → manghasilkan suku bangsa Achea, Lonea.
 Gelombang I → ± 1500 SM terdiri dari bangsa Lonea, masuk ke sebelah Tenggara di mana terdapat kota Athena.
 Gelombang II → ± 1450 SM terdiri dari bangsa Teolia masuk ke sebelah barat laut.
 Gelombang III → ± 1100 SM terdiri dari bangsa Doria mereka pergi keselatan dimana terdapat kota Sparta dan ke Pulau Kreta.

Balkan terbagi-bagi oleh suku-suku bangsa ini yang gabungannya disebut bangsa Yunani, meskipun mereka seketurunan tetapi mereka hidup bermusuhan sehingga dalam usaha menduduki daerah Yunani dan sekitarnya mereka sering desak mendesak. Bangsa Yunani ini sesudah sampai didaerah Balkan mereka mengubah cara hidupnya. Dahulu mereka waktu masih di padang rumput hidup secara nomadden, sekarang mereka menetap dan mengerjakan pertanian diselang dengan perampokan. Kemudian timbul suatu perkembangan yang khusus yaitu mereka hidup dalam suku-suku dalam perkampungan dari beberapa perkampungan yang besar timbullah kota. Penduduk kota ini kemudian melepaskan diri dari hubungan suku sehingga kota-kota itu bebas berdiri sendiri-sendiri dan menjdai kota negara/Polis/City State. Hasrat untuk berdiri sendiri dalam bentuk Polis disebabkan:
1. Karena bangsa Yunani mencintai kemerdekaan, ingin mengurus pemerintahan sendiri, tidak mau diperintah oleh pemerintah pusat yang jauh, mereka berpendapat kalau luas negara itu terlalu besar, maka urusan akan terbengkalai. Jadi yang sebaik-baiknya bagi mereka negara itu sebesar kota.
2. Faktor geografis semenanjung Balkan terbagi dalam bagian-bagian sebagai akibat dari banyaknya gunung-gunung dan teluk-teluk yang jauh kedalam, sehingga daerah itu terpecah-pecah dan memaksa suku-suku untuk berdiri. Besar kedudukannya menjadi republik, yang memegang kekuasaan golongan aristokrat (golongan bangsawan).

Peradaban suku Doris
Di antara tahun 1200 dan 1000 SM, Hellas dibanjiri oleh bangsa-bangsa baru dari utara. Bangsa Doris menetap di Peloponnesus dan Kreta. Bangsa Ionia menduduki Attica (dengan kota Athena), pulau-pulau di laut Egeia dan pantai-pantai barat Asia kecil. Pada masa itu tidak ada kesatuan negara Hellas,. Kalau kita perhatikan peta Hellas, maka tampaklah dengan nyata, bahwa tanah itu terbagi-bagi oleh barisan-barisan gunung dan banyak teluk. Karena itu tanah Hellas pecah menjadi beberapa daerah kecil-kecil yang terpisah-pisah. Pada tiap-tiap dataran dan lembah yang memberi kesempatan kepada kaum tani untuk menggembalakan ternaknya, pada tiap-tiap teluk tempat kaum pelaut dan nelayan dapat menyelamatkan perahunya, terjadilah kota-kota kecil yang lambat laun menguasai tanah sekelilingnya. Kota-kota itu (polis=kota) akhirnya merupakan kesatuan-kesatuan kenegaraan (misalnya: Athena, sparta, Korinthe dan Thebe). Pada zaman-zaman yang tertua polis itu dikepalai oleh seorang raja yang melakukan pemerintahannya berdasarkan kata mufakat dengan penghulu-penghulu keluarga. Kadang-kadang raja itu disingkirkan; maka penghulu-penghulu itulah yang memegang pemerintahan. Itulah yang dinamai republik aristokrasi (aristoi=orang-orang yang tercakap; re(s)=urusan; publik=umum). Apabila seorang dari pada para penghulu itu dapat merebut kekuasaan untuk dirinya sendiri, maka penghulu yang merebut kedudukannya dengan tipu atau kekerasan itu dinamai tiran. Timbalan aristokrasi (=kekuasaan ada pada orang-orang yang tercakap) ialah demokrasi (kekuasaan ada pada rakyat) dan autokrasi (kekuasaan ada pada satu orang) (Nasution, : 72).

Bentuk pemerintahannya menjadi republik aristokrasi →Berasal dari kata :
 Aristoy →terbaik/tercakap
 Kratein →memerintah.

Aristokrat → pemerintahan yang terbik, yaitu golongan bangsawan.
Hanya Sparta saja yang rajanya ada dua orang, tapi tidak memegang kekuasaan raja hanya sebagai pemimpin perang saja dan kedudukannya tidak tinggi sekali. Sebab raja pada orang Yunani hanya yang pertama diantara yang lain-lainnya ( primus interpares).
Kekuasaan raja dibatasi oleh kekuasaan, jika raja akan mengambil suatu keputusan, Ia harus meminta pendapat dulu dari dewan bangsawan dan jika akan mengambil keputusan yang sangat penting maka Ia harus mengumpulkan dahulu seluruh rakyat untuk diminta pendapatnya.
Pemerintah republik yang dipegang kaum bangsawan lama-lama menekan rakyat, disamping itu tanah yang kurang subur dan tidak dapat memberi makan yang cukup kepada penduduknya menyebabkan penduduk yang pindah ke koloni-koloni. Kadang-kadang terdapat panen yang gagal sehingga petani-petani terpaksa menggadaikan tanahnya kepada golongan yang mampu (bangsawan) dan akhirnya banyak yang jadi budak karena utang-utangnya. Hal ini menimbulkan ketegangan di masyarakat dan timbul pemberontakan dari petani-petani yang dipimpin oleh orang-orang bangsawan yang merasa tidak puas dengan keadaannya karena tidak semua bangsawan yang duduk dipemerintahan dengan bantuan rakyat ini mereka berhasil menumbangkan kekuasaan dan pemimpinnya memegang kekuasaan penuh untuk memimpin rakyat dan bangsawan. Pemimpin ini disebut Tyran dan pemerintahannya disebut Tyrani. Tindakan pertama dari Tyran yaitu merampas tanah-tanah milik bangsawan dan dibagi-bagikan kepada rakyat sehingga Ia mendapat dukungan dari rakyat. Ternyata kemudian pemerintahan Tyran ini tidak dapat dipertahankan terus karena banyak Tyran yang tidak bijaksana sehingga timbul pemberontakan lagi di masyarakat yang menyebabkan jatuhnya pemerintahan itu dan pemerintahan itu dipegang oleh rakyat, timbullah pemerintahan oleh rakyat yaitu demokrasi → Demos : Rakyat → Kratos : Pemerintahan → pemerintah di tangan Rakyat.

Sparta.
Sebuah Polis Lakonia penduduknya keturunan bangsa Doria, mereka berusaha untuk memperluas daerahnya dengan menguasai bangsa-bangsa yang ada sekitarnya. Sparta berusaha menundukan bangsa Messenia dan akhirnya bangsa ini dapat ditundukan dan dijadikan budak yang bernama golongan Helot. Tugas golongan Helot ialah menjamin bangsa Sparta, mereka harus mengerjakan tanah dan hasilnya untuk bangsa Sparta. Pada waktu itu jumlah golongan Helot ±250 ribu orang sedangkan bangsa Sparta ± 12-15 ribu orang sehingga dapat dikatakan golongan minoritas. Menjajah golongan minoritas hal ini dapat dilakukan dengan cara yang luar biasa yaitu seluruh bangsa Sparta dijadikan militer, bangsa Sparta mempunyai satu jabatan yaitu military. Sedangkan keperluan hidupnya telah dihasilkan oleh golongan Helot.Untuk mencapai keadaan ini bangsa Sparta menjalankan sistem palisi rahasia dan sebagia akibat yang terus-menerus tegang dan waspada maka dijalankan militerisasi secara keseluruhan. Setiap warga negara sejak umur 7 tahun, wajib mengikuti pendidikan militer mereka ditempatkan diasrama sampai berumur 30 tahun. Sesudah berumur 20 tahun mereka boleh menikah, tapi masih harus tinggal di asrama dan dilatih sebagai tentara biasa, baru pada umur 30 tahun meraka jadi warga negara penuh dan tinggal dirumah tetapi makan/minum diadakan di bawah kepala pasukannya. Peraturan yang keras ini, dikeluarkan oleh pemimpin Sparta yang bernama Lycurgus ± 610 SM. Dalam suasana yang tegang kebudayaan tidak dapat berkembang karena itu pula di Sparta tidak ada demokrasi segala sesuatu harus berdasarkan peraturan dan yang ada peraturan kemiliteran.
Toynbee mengambil Sparta sebagai contoh dari kebudayaan yang tertahan Pada pucuk pimpinan ada dua orang raja yang mempunyai kekuasaan mutlak bila timbul peperangan negara dalam keadaan perang mereka menjadi kepala pemerintahan, kepala angkatan perang dan pendeta tertinggi dilapangan agama disamping mereka dibentuk sebuah dewan yang disebut Gerusia yang terdiri dari 28 orang bangsawan sebagai penasehat raja, ternyata dalam praktek pemerintahan jumlah 28 ini melambangkan jalannya pemerintahan, maka dibentuklah dewan kecil yang disebut Ephor jumlahnya 5 orang anggota. Dilapangan pengadilan ephor ini mempunyai hak yang besar dan dapat raja dimuka pengadilan dalam keadaan perang, dua diantara mereka turun ke medan perang sebagai pengawas. Faktor inilah dalam prakteknya yang memegang kekuasaan raja dan ephor harus bersumpah waktu menerima jabatannya.
Negara Sparta di tanah Laconia yang diperintah oleh bangsa Doris ialah negara aristokratis. Pemerintahan dipimpin oleh dua orang raja bersama-sama. Sesungguhnya raja itu tak lain daripada panglima belaka. Penduduk Sparta bangsa Doris itupun sesungguhnya kaum militer. Penduduk asli tanah laconia disuruhnya bekerja untuk mereka. Penduduk asli itu tidak mempunyai hak sama sekali. Mereka itu sedikitpun tak lebih dari pada budak; mereka itu disebut helut. Anak-anak orang militer Sparta itu sejak berumur tujuh tahun diberi didikan militer. Mereka dicabut dari keluarganya, diasuh di dalam tangsi, dibiasakan kepada disiplin yang keras, kedinginan dan keletihan. Makanannya sangat sederhana: daging babi direbus dalam darah, dimasak dengan cuka dan garam. Jika ditanyai harus menjawab dengan singkat dan tegas (jawab lakonik).
Dengan cara demikian orang Sparta dididik menjadi serdadu, bukan menjadi sarjana atau seniman. Karena itu Sparta tidak mewariskan pengetahuan atau kesenian kepada dunia. Cita-cita orang Sparta ialah perang. Orang Sparta dilarang mengerjakan perusahaan tangan atau berdagang. Uang besi mereka yang tidak disukai oleh negeri-negeri tetangganya, tidak memberi mereka kemungkinan melakukan perdagangan dengan negeri lain. Karena kekuatan militernya itu maka lama benar Sparta memegang hegemoni (pimpinan) di Hellas, lebih-lebih karena mereka memaksa negeri-negeri lain menjadi anggota persekutuan negara yang dipimpin oleh Sparta (Nasution, : 72-73).


Athena.
Kota Athena, yang menguasai semenanjung-tandus Attica, pada zaman-zaman yang tertua diperintah oleh seorang raja. Cerita naluri memberitakan, bahwa raja Aegeus (asal nama Laut Aegeia) dalam putus asanya menyeburkan diri ke laut, karena ia mengira bahwa anaknya, Theseud, tewas dalam perkelahiannya melawan Minotaurus di Kreta.
Dalam abad ke-8 SM pemerintahan oleh raja itu dilenyapkan oleh aristokrasi. Lambat laun Athena menjadi kota perdagangan. Kaum pedagang Athena mendatangkan gandum yang murah dari Mesir dan Rusia Selatan. Akibatnya: pendapatan kaum tani di Attica mundur sekali. Karena itu mereka tiada senang hatinya.
Kira-kira tahun 600 SM Solon membuat peraturan pemerintahan baru yang memberi hak kepada orang kecil menghadiri rapat rakyat yang menetapkan undang-undang. Sungguhpun begitu belum tercapai ketentraman politik. Beberapa puluh tahun lamanya Athena berganti-ganti diperintahi oleh seorang tiran, yang masing-masing merebut kekuasaan pemerintahan untuk dirinya sendiri. Akhirnya pada tahun 500 SM Athena menjadi republik demokratis.
Sumber untuk segala hak politik ialah rapat rakyat. Sudah sejak zaman pemerintahan raja telah ada dewan kaum bangsawan, Areopaag nama dewan itu. Areopaag itu bersidang di atas bukit Acropolis yang didatarkan puncaknya, sebuah bukit di tengah kota Athena. Rapat itu merupakan pengadilan yang tertinggi. Di samping dan di bawah pengawasan Areopaag itu ada dewan sembilan orang archonta yang tugasnya menjalankan pemerintahan (arche-pemerintah). Mula-mula yang diangkat menjadi Areoopag dan archonta itu hanyalah Solon membagi penduduk Athena dalam empat golongan, masing-masing menurut pajaknya. Archonta dipilih dari golongan pajak yang tertinggi.
Pada waktu itu didirikan juga dewan baru, yakni dewan empatratus (orang), kemudian menjadi dewan limaratus. Dewan baru itulah yang membuatkan rencana undang-undang untuk rapat rakyat. Kecuali golongan pajak yang terendah, segala golongan boleh dipilih untuk dewan empatratus itu. Untuk rapat rakyat tak ada golongan yang dikecualikan, asal calon anggota itu murnya sudah lebih dari 20 tahun. Rapat rakyat (=ekklesia) mengambil keputusan tentang segala usul dewan. Pemungutan suara dilakuakn dengan mengangkat tanagn.
Dalam abad ke-6 dan ke-5 SM, pemerintahan menjadi demokratis sama sekali. Segala perbedaan golongan dihapuskan. Areopaag makin surut kekuasaannya. Rapat rakyat memutuskan segala urusan. Setiap pegawai mesti dipilih. Pangkat-pangkat rendah diundi antara mereka yang melamar. Tak mengherankanlah, bahwa dalam keadaan yang serupa itu pemimpin-pemimpin rakyat yang fasih berbicara (=demamgoog) memperoleh pengaruh besar dalam pemerintahan. Agar jangan ada yang mendapat kesempatan untuk menjadi tiran, maka dalam taat negara Athena ada termuat
Peraturan ostracisme. Apabila pada rapat-rakyat ada 6000 orang yang menghendakinya, maka seseorang yang dipandang berbahaya bagi masyarakat harus dibuang. Pemungutan suara mengenai usul itu dilakukan dengan rahasia. Nama orang yang akan dibuang itu dituliskan dengan rahasia. Nama orang yang akan dibuang itu dituliskan pada pecahan tembikar, kartu-kartu pemungutan suara seperti itu dinamakan ostrakon. Itulah asal kata ostracisme. Dasar demokrasiyg kita gambarkan itu jauh sekali bedanya dari pada demokrasi modern. Dewan perwakilan rakyat belum ada pada masa itu. Rakyat—artinya penduduk yang merdeka, bukan kaum budak yang banyak sekali jumlahnya---mengambil keputusan dengan langsung (demokrasi langsung). Dalam negara modern yang berjuta-juta jumlah penduduknya, demokrasi langsung (dengan perantaraan wakil). Yang dipilih menjadi wakil itu ialah orang yang tercakap. Jadi demokrasi modern sebenarnya…aristokrasi, akan tetapi aristokrasi itu tidak turun-temurun, jadi hanya untuk sementara saja. Demokrasi modern sekarang ini pada hakekatnya ialah: memberi hak-hak yang sama dan kemungkinan-kemungkinan yang sama bagi setiap warganegara (Nasution, :73-75)
Antara Sparta dan Athena terdapat perbedaan besar, Athena mendiami bagian Timur dari Yunani Tengah Mereka keturunan bangsa Ionea rakyat yang ditaklukannya dijajah tapi diberi kewarganegaraan Athena dan diajak kerjasama dalam urusan pemerintahan. Dengan demikian terdapat suasana bebas dan tidak ada ketegangan , dalam suasana yang bebas timbul kebudayaan yang tinggi dan dipakai oleh Toynbee sebagai contoh dari kebudayaan yang tidak tertahan dan memberi kemungkinan berkembang.
Penduduk disini terdiri dari golongan bangsawan petani, pekerja / tukang-tukang. Pemerintahan disini mula-mula monarki kemudian ditumbangkan. Jadi republik aristokrasi pemerintahan dipegang oleh suatu badan yang disebut Aeropagus yang anggotanya terdiri dari golongan bangsawan dan kekuasaan yang tertinggi dipegang oleh bangsawan yang disebut arcon dalam republik aristokrasi ini kemudian timbul kekacauan dan akhirnya kekuasaan dipegang oleh seorang Tyran tahun 594 SM. Kekuasaan dipegang oleh solon, Ia tidak mau memegang kekuasaan mutlak, Ia ingin demokrasi dan kekuasaan dipegang oleh hukum. Solon menyusun UU yang dipahatkan pada batu dan pada papan yang telah dilabur putih.
Dengan demikian Ia mendirikan negara demokratis di Athena. Setelah konstitusi ini diumumkan diumumkan, Ia pergi merantau. Konstitusi ini merupakan peraturan baru dilapangan perdata dan pidana . Solon mengetahui kekacauan di masyarakat itu disebabkan karena rasa tidak puas karena banyak yang jadi budak akibat tidak dapat membayar utang-utangnya semua tanah yang digadaikan oleh solon dihapuskan dan gudang-gudang dibebaskan. Tindakan-tindakan lain yaitu pemberitaan amnesti kepada tahanan politik yang tidak bermakna melakukan kudeta Coup d’etat dan semua warga negara sama kedudukannya dilapangan hukum.
Masyarakat Attica (penduduk athena) dibaginya dalam 4 kelas menurut kekayaannya. Hak-hak dan kewajibannya ditentukan menurut kelas masing-masing, misal kelas ke 4 (yang paling rendah) bebas dari pajak tetapi hanya boleh menjadi prajurit biasa, sedangkan kelas pertama boleh menjadi archon (penguasa) dan boleh memegang jabatan tinggi dalam ketentaraan. Kelas dua boleh memegang jabatan pada tentara berkuda / kavaleri dan kelas tiga pada infantri.
Dibidang pemerintahan dibentuk sebuah badan yang disebut,:
 Aeropagus, anggotanya terdiri dari para Archon yang telah habis masa jabatannya, tugasnya mengamati rakyat dan pegawai, menghadiri hal-hal yang dianggap sebagai penghianatan terhadap negara dan yang menyangkut jiwa raga.
 Buole, anggotanya diambil dari tiap kelas sebanyak 100 orang tugasnya menetapkan Archon dengan jalan pemilihan dan meminta partanggungjawabkan dari padanya juga berhak menghukum archon-archon bila melakukan kesalahan.
 Heliaca, suatu badan yang beranggotakan 6000 orang terdiri dari warga negara 4 kelas, pemilihannya dengan jalan undian. Tugasnya, mengadili suatu perkara ( perdata dan pidana) kecuali yang masuk tugas aeropagus.

Sesudah Solon meninggal kekuasaan dipegang oleh Tyran yang lama yaitu, Peisentratus ± 560 Sm. Ia memajukan perdagangan dan pelayaran. Keuntungan dari usaha-usaha ini telah menimbulkan harga diri para bangsa Athena dan dipergunakan untuk memperindah kota Athena. Gedung-gedung besar mulai didirikan dan diadakan pesta untuk menghormati dewa anggur “oynisos”, pada perayaan ini diadakan juga sandiwara terbuka yang merupkan permulaan dari seni drama dan sastra Yunani. Pemerintahan Tyran cuma berlangsung 508 SM Akhirnya cita-cita demokrasi menang kembali sejak itu aturan-aturan solon dijadikan pegangan oleh negara luar-luar Athena. Meskipun ada perubahan-perubahan tetapi pokok dasar pikiran yang terdapat di dalamnya tetap berlaku.

Gambar Socrates
(Ancient History, Adams&Co: 1959)

Kepercayaan bangsa Yunani melahirkan banyak bangunan untuk memuja para dewa. Bangunan pemujaan itu didirikan di daerah koloni, seperti di Italia Selatan (Kurl, Harakles dan Zeus) dan di Milete (kuil Apollo). Di Yunani sendiri bangunan-bangunan itu ditemukan di daerah Korinthe, Delfi, dan Aigina. Bangunan lain yang terkenal adalah Akropolis di kota Athena. Sebagian dari bangunan itu sampai sekarang masih berdiri. Bangsa Yunani baru terbentuk sekitar tahun 1000 SM. Pada suatu saat antara Sparta dan Athena akan timbul perebutan kekuasaan tertinggi di Yunani tetapi untuk sementara tertunda karena ada musuh dari luar yaitu Persia. Pada tahun 500 SM, bangsa Yunani terlibat dalam perang melawan Persia. Saat itu yang berkuasa di Persia adalah Darius Agung. Perang Persia terjadi karena Yunani membantu orang-orang di daerah Asia Kecil yang sedang melawan Raja Darius. Perang itu dikenal dengan sebutan Perang Yunani-Persia.

B. Romawi
Romawi Purbakala
Terletak di semenanjung Apenina yang membujur dari Utara ke Selatan pegunungan-pegunungan Italia bersifat tidak memisahkan suku-suku karena itu di Romawai kesatuan lebih mudah tercapai. Semenanjung ini berarah ke Barat. Hal ini mengakibatkan Romawi tidak cepat terpengaruh oleh kebudayaan Timur maka pencaharian sebagian besar terdiri dari pertanian karena daerah ini lebih subur dari Yunani. Penduduk-penduduk tertua sisa-sisanya terdapat dalam gua-gua, kemudian ± 2000 SM terjadi perpindahan bangsa-bangsa yang waktunya hampir bersamaan dengan di Yunani. Jadi bangsa-bangsa yang masuk ke Yunani dan ada yang masuk kedaerah Itali mungkin mereka berasal dari pegunungan di daerah Swiss atau mungkin dari padang rumput Hongaria. Suku-suku yang mendiami daerah itu disebut Indo Jerman diantaranya suku latin yang mendiami daerah disekitar muara sungai Tibet tempat kota Roma sekarang, ± 800 SM datang gelombang baru dari Asia kecil yaitu bangsa Etruska. ± 650 SM datang kedaerah ini bangsa Yunani , koloni-koloni Yunani terdapat di Italia Selatan dan Pulau Sicilia. Kedatangan bangsa Yunani ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap Romawi. Ternyata suku-suku yanghidup di semenanjung ini masing-masing menjalankan ekspansi, suku yang terkuat yang paling berpengaruh dan berkuasa adalah suku Etruska. Suku ini mulai menguasai daerah latin yang disebut Latium dan dapat menduduki kota Roma kemudian suku-suku yang lainnya bersatu untuk menghadapi bangsa Etruska ± 500 SM kota Roma bebas dari penjajahan bangsa Etruska. Begitu pulau ekspansi bangsa Yunani dapat ditahan pada waktu itu bagian tentara diduduki oleh suku Galia yang mendiami lembah sungai Po. Sejarah Romawi seterusnya dapat dikatakan sejarah kota Roma karena Roma yang jadi pusat.

Timbulnya Kekuasaan Roma.
Menurut cerita kota Roma didirikan tahun ± 753 SM, keterangan ini kita peroleh dari Vergillius. Katanya seyelah Troya menderita kekalahan, maka ada seorang pahlawan yang bernama Aenaes keturunan dewi Aphrodite (dewi kecantikan). Telah datang kedaerah sebelah Selatan muara sungai Tibet Aenaeous mendirikan sebuah kota didaerah ini bernama Alba Longa, cerita ini dibukukan dalam buku yang bernama Aenaeide kemudian di kota Alba Longa ini ada seorang putri raja yang merupakan keturunan dari Aenaeas yang bernama Rhea Silvia yang menikah dengan Dewa Mars (dewa perang). Dari pernikahan ini lahirlah dua orang anak kembar yaitu Romulus dan Remus, dua orang anak ini ditinggalkan oleh ibunya dan diasuh oleh srigala raksasa. Dua orang anak inilah yang mendirikan kota Roma dan menjadi raja-raja yang pertama.

Susunan Pemerintahan Monarkhi.
1. Terdapat seorang raja yang menjadi kepala negara dan panglima tertinggi dalam perang dan dalam kota sebagai hakim dan imam tertinggi.
2. Kekuasaan legislatif dipegang oleh senat yang beranggota 300 orang terdiri dari kepala-kepala keluarga dari golongan terkemuka atau golongan patricia sebagi penasihat raja.
3. Dewan rakyat yang terdiri dari kepala-kepala suku tetapi tidak mempunyai kekuasaan banyak.

Tahun 510 SM bangsawan berhasil mendesak raja-raja dan timbullah republik Roma jadi republik aristokratis.

Pemerintahan Aristokrat.
1. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh dua orang konsul dengan masa kerja 1 tahun tetapi dalam keadaan bahaya dapat ditunjuk seorang diktator yang mempunyai kekuasan penuh untuk 6 bulan.
2. Senat, tugasnya mendampingi konsul dalam jabatannya dan berhak menasehatinya mereka terdiri dari golongan Patrisia, juga berhak memegang jabatan baik dalam kenegaraan maupun keagamaan (golongan yang berkuasa di Roma).
3. Dewan Rakyat, tugasnya meratifikasi UU bila diminta dan berhak meninjau kembali keputusan hukuman mati terhadap warga negara.

Kemudian timbul perjuangan antara golongan yang terdiri dari keluarga-keluarga yang terkemuka dengan golongan rakyat jelata (plebeya) . ± tahun 500-300 SM yang dipertaruhkan dalam perebutan kekuasaan ini adalah supaya golongan rakyat diperkenankan memegang berbagai jabatan akhirnya golongan rakyat dapat mengangkat dua orang wakilnya dalam pemerintahan yang disebut tribune menjadi pembela rakyat dan mempunyai hak Veto artinya dapat melarang keputusan-keputusan yang diambil oleh golongan patricia.

Golongan Patricia.
Menurut suatu pendapat golongan ini adalah penduduk kota Roma yang pertama dan golongan plebeya adalah yang datang kemudian pendapat yang lain golongan patrisia adalah golongan yang paling kaya.
Dalam perjuangan ini golongan plebeya berhasil merebut kemenangan-kemenangan, misalnya :
1. Tahun 450 SM, mereka menuntut supaya hukum-hukum negara digoreskan pada 12 buah papan kayu supaya dapat jadi pegangan bagi mereka.
2. ± tahun 400 SM golongan plebeya diperkenankan menjadi pemimpin-pemimpin negara.
3. Tahun 367 SM dijalankan yang disebut Lex Lycinia artinya satu diantara 2 orang konsul dari golongan plebeya.
4. Tahun 300 SM dijalankan yang disebut Lex Ogulnia artinya jabatan imam tertinggi juga terbuka bagi golongan plebeya.

Dengan demikian setelah berjuang ± 2 abad maka tercapailah persamaan hak diantara kedua golongan tadi. Sesudah terdapat persamaan ± 300 SM maka dengan mudah tenaga rakyat Roma disatukan untuk menghadapi dunia luar dan tibalah saatnya Roma menjalankan ekspansi.
1. Suku-suku yang tinggal berdekatan dikuasai oleh Roma.
2. Peperangan melawan koloni-koloni Yunani diantaranya Tarente yang mendapat bantuan dari raja Pyrrhus dari epirus di daerah Macedonia. Pyrrhus seorang yang pandai berperang dan telah merebut kemenangan-kemenangan di Heraclea dan Ausculum dalam pertempuran di Ausculum ini Ia menang tetapi kerugiannya sangat besar karena itu kemudian terdapat istilah kemenangan pyrrus bagi kemenangan yang memakan korban sangat besar. Akhirnya ia kalah di Benephentum, karena datang dari jauh.
3. Perang melawan Karthago yang dijalankan dalam 3 bagian 264-146 SM, sebab-sebabnya perebutan hegemoni di laut selatan. Karthago adalah koloni bangsa Phunisia yang berdiri sendiri.

Golongan Proletar
Kata proletar sudah ada sejak jaman Romawi artinya yang tidak punya apa-apa kecuali anak. Golongan ini berasal dari sebagian besar petani-petani kecil, petani-petani ini kehidupannya dirusak oleh peperangan yang terus-menerus pada waktu itu , sebagia pemilik tanah mereka harus mempertahankan tanah airnya (menjadi tentara). Akibatnya tanah mereka tidak dikerjakan sedangkan tuan-tuan tanah bekerja dengan tenaga-tenaga budak yang tidak dibayar, mereka ini tidak mungkin bersaing dengan golongan tuan tanah dalam keadaan seperti ini modal besar secara sistematis mulai membeli tanah-tanah petani ini sehingga mereka akhirnya kehilangan tanahnya. Seluruh tanah dikuasai oleh tuan-tuan tanah, petani-petani meninggalkan kampung halamannya menuju kota Roma dengan membawa uang hasil penjualan tanahnya itu dalam waktu yang singkat uang itu habis timbullah golongan yang tidak punya apa-apa yang disebut golongan proletar (popularis).
Mereka hidup dengan jalan yang tidak baik dan membuat kota Roma jadi tidak aman karena perampokan-perampokan. Mereka ditenangkan oleh pemerintah dengan roti dan permainan kadang-kadang diadakan permainan gladiator (gladios: perang) sambil menonton mereka mendapat roti. Cara lain ialah dengan menjual suaranya kepada pemimpin-pemimpin partai politik dengan harga yang termahal dengan tidak memperdulikan siapa yang baik atau buruk. Keadaan semacam ini dirasakan oleh ahli-ahli negara yang sungguh-sungguh sebagai sesuatu yang tidak dapat dibiarkan. Golongan proletar harus ditolong, diantara ahli-ahli politik itu terdapat 2 orang bersaudara yaitu Tiberius Gracchus dan Grairus Gracchus.
Mula-mula Tiberius bertindak tahun 133 SM Ia berhasil dipilih menjadi seorang tribune yang dapat merebut kekuasaan. Ia berusaha memperbaiki keadaan masyarakat dengan jalan pemilikan tanah yang makin meluas sebab hal ini merugikan bagi petani kecil. Tiberius mengeluarkan UU Agraria yang berisi :
1. Pembatasan luas daerah pertanian yang dimiliki seseorang .
2. Tanah yang kelebihan diambil oleh pemerintah dan dibagi-bagikan kepada golongan proletar supaya mereka dapat kembali lagi kedaerahnya.

Tetapi golongan optimat tidak tinggal diam mereka bersatu untuk menjatuhkan Tiberius dan menunggu sampai masa jabatannya habis dalam pemilihan berikutnya, Ia kalah dan dalam keributan Ia mati terbunuh. Golongan optimat berkuasa lagi, UU agraria dihapuskan 10 tahun kemudian ± 123 SM status gracchus terpilih menjadi seorang tribune Ia mempunyai cita-cita sama dengan kakaknya UU agraria dijalankan lagi. Sedangkan kaum proletar sudah senang bermalas-malas sehingga tidak mau untuk pulang lagi dan menggarap tanah.


















Rangkuman

Kalau keadaban Eropa itu boleh kita umpamakan sungai besar, maka sumber-sumber dan batang-batang airnya yang terpenting, yang memberi sungai itu air, letaknya di Hellas. Sumber-sumber itu mengandung dasar-dasar ilmu pengetahuan Eropa, kesenian, ajaran-ajaran politik, dasar-dasar hukum dan kebebasan-kebebasan dalam lapangan politik. Sebaliknya, keadaban Yunani itu mengandung anasir-anasir keadaban Mesir (melalui Kreta) dan keadaban Asia. Sepanjang sejarah, tanah Hellas itu mendapat berbagai-bagai nama. Penduduknya sendiri pada waktu itu menyebut negerinya: Hellas; orang Rum menyebutnya tanah Griek; oleh orang Indonesia negeri itu lazim disebut Yunani (asalnya dari Ionia, yakni nama suku bangsa di negara Yunani).
Bangasa Yunani yang pertama berasal dari ras Indo-Jerman. Mereka datang dari daerah sebelah utara. Percampuran bangsa itu dengan penduduk asli menghasilkan sebuah kebudayaan baru yang dikenal sebagai kebudayaan Mycenae. Setelah itu, datang bangsa Ionia (asal kata Yunani), Aedia, dan Doria. Sebelum bersatu menjadi bangsa Yunani, mereka masing-masing mendirikan suatu pemerintahan kota (polis). Kota itu dikelilingi tembok pertahanan. Dalam melaksanakan pemerintahan polis iu lahir istilah “politik”. Dua polis yang utama adalah Sparta dan Athena. Tata pemerintahan Sparta dipelopori oleh Lykurgus (900 SM). Pemerintahan dipegang oleh kaum bangsawan militer. Pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (600 SM). Dalam pemerintahan Athena, kekuasaan berada di tangan rakyat. Rakyat memilih wakil-wakilnya untuk melaksanakan pemerintahan. Bentuk pemerintahan seperti itu disebut demokrasi.
Bangsa Yunani memiliki peradaban yang tinggi. Peradaban itu diwarisi dan dikembangkan oleh bangsa barat. Peradaban Yunani sangat luas karena mencakup banyak bidang. Di bidang kepercayaan, orang Yunani menyembah dewa-dewa. Dewa-dewa itu digambarkan sebagai manusia biasa tetapi lebih sempurna, misalnya dewa Zeus dan dewa Apollo. Selain itu, bangsa Yunani juga terkenal ahli di bidang sastra. Buku-buku yang terkenal dari zaman itu, antara lain adalah cerita kepahlawanan Illiad dan Odysseus, karya Homerus. Tokoh filsafatnya antara lain adalah Socrates, Plato, dan Aristoteles. Ahli sejarah bangsa Yunani antara lain adalah Herodotus dan Thucydides. Dalam bidang ilmu pasti, tokoh yang terkenal adalah Pythagoras dan Archimedes. Pendapat para pemikir bangsa Yunani itu sampai sekarang masih dipakai.
Kekaisaran Romawi barangkali adalah entitas politik paling signifikan dalam sejarah dunia Barat sebelum abad ke-19, bahkan mungkin selamanya. Ini mencakup seluruh Eropa Barat, dari skotlandia hingga Gibraltar saat ini dan dari Rhineland ke laut Hitam, Turki serta Afrika Utara, dari Laut Mediterania sampai ke gurun Sahara. Pendeknya, setiap pantai di mana terdapat perairan Medirenia, disitulah wilayah kekuasaan Romawi
Organisasi politik Romawi, kesusasteraan Romawi, bahkan alfabet Romawi, sangat mempengaruhi kebudayaan-kebudayaan yang datang kemudian di Eropa dan Amerika, dan pengaruh tersebut masih dapat disaksikan saat ini. Namun, sebelum adanya kekaisaran Romawi, sudah terdapat Roma, sebuah kotadi sisi barat semenanjung Italia. Legenda mengatakan bahwa kota Roma didirikan pada 753 SM, sebuah fakta yang dikonfirmasikan oleh bukti arkeologis.
Menurut legenda, ada dua orang laki-laki bersaudara, Amulius, dan saudaranya yang bernama Askanius, raja lavinicum. Amulius membunuh Askanius dan putranya, lalu merebut takhta kerajaan. Rencana ini berhasil sampai putri Askanius, Rhea Silvia, melahirkan dua putra kembar. Amulius memerintahkan agar Silvia dipenjarakan dan kedua putra kembar itu dibuang ke sungai Tiber. Namun, mereka selamat dan kemudian dirawat oleh seekor serigala betina. Seorang penggembala menemukan kedua anak itu dan menyelamatkannya dari si serigala. Ia dan istrinya menamai mereka Romulus dan Remus, lalu merawat mereka hingga dewasa. Pada atau sekitar 753 SM, kedua bersaudara ini mendirikan sebuah kota baru di bukit palatine yang berlokasi di kota Roma saat ini. Tetapi, mereka terus menerus bertengkar, dan akhirnya Romulus membunuh saudaranya sendiri.
Kota itu kemudian dinamai, yang diambil dari nama Romulus dan bertumbuh menjadi kota penting. Romulus melaksanakan politik perluasan kekuasaan yang mencakup penaklukkan atas wilayah-wilayah berdekatan dengan cara kekerasan. Inilah awal dari sebuah kekaisaran yang akan berlangsung seribu tahun.


Corak peradaban Yunani: kekotaan, borjuis, dan duniawi. Kekotaan artinya polis Yunani itu merupakan sebuah negraa kecil yang merdeka, tidak merupakan sebagian sebagian dari sebiah kerajaan besar. Borjuis dan duniawi maksudnya yang menjadi pendukung kebudayaan bukan suatu golongan yang dilindungi oleh raja melainkan penduduk kota itu sendiri